Akta pendirian perusahaan hilang

Bagaimana prosedur yang harus ditempuh akta pendirian perusahaan hilang? sedangkan perusahaan tidak menyimpan salinannya sama sekali? Dan bagaimana jika notaris yang membuat akta tersebut sudah pensiun? Jika akta pendirian suatu perusahaan hilang, tentunya akan membuat perusahaan tersebut kesulitan. Jika notaris yang membuat akta pendirian perusahaan masih bertugas, maka hal tersebut bukanlah masalah yang cukup menyulitkan. Karena mendapatkan salinan akta pendirian yang dimaksud bisa langsung diajukan kepada notaris yang membuat akta tersebut. Berbeda halnya dengan pengurusan akta pendirian yang telah hilang, dan notaris pembuat akta tersebut sudah pensiun. Ketika hal ini terjadi, maka perusahaan harus mengetahui siapa notaris yang memegang protokolnya. Untuk bisa mengetahui pemegang protokol atau notaris yang telah mengambil alih, maka perlu mengikuti prosedur seperti berikut ini:
1. Langkah pertama adalah kita harus mengetahui terlebih dahulu tanggal, nomor, serta nama notaris yang membuat akta yang telah hilang sebagaimana yang dimaksud. Bagaimana jika perusahaan tidak memiliki salinannya? Tentunya tanggal dan nomor akta yang telah hilang tersebut akan sulit diketahui. Jika hal tersebut terjadi, Anda bisa mengecek tanggal beserta nomor akta tersebut pada Surat Keputusan yang telah dikeluarkan oleh Menkumham (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia) yang telah mengesahkan akta pendirian tersebut. Atau Anda juga bisa melihatnya pada salinan Tambahan Berita Negara yang berbentuk seperti buku kecil. Disitulah terdapat tanggal, nomor akta, serta nama notaris yang membuat dan juga tanggal dari keluarnya Surat Keputusan Menteri yang telah mengesahkan akta tersebut.
Akta pendirian perusahaan yang telah diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia pada dasarnya sudah memuat tentang akta pendirian yang telah hilang tersebut. Jadi akta pendirian perusahaan yang telah hilang sebenarnya bisa dicover melalui salinan Tambahan Berita Negara yang berbentuk seperti buku kecil tersebut.
2. Setelah tanggal beserta nomor dari akta sudah diketahui, langkah selanjutnya yaitu mencari tahu siapa notaris yang memegang protokol dari notaris yang simaksud. Notaris yang sudah pensiun akan mengalihkan semua arsipnya kepada notaris yang memegang protokol dan telah ditunjuk oleh Menteri. Bagaimana cara mengetahui notaris pemegang prtotokol tersebut? Agar bisa mengetahuinya, Anda bisa menanyakan kepada MPD (Majelis Pengawas Daerah) setempat, sesuai dengan wilayah kerja notaris yang dimaksud.
3. Setelah mengetahui nama dari notaris pemegang protokol, maka langkah selanjutnya adalah mengajukan permohonan untuk menerbitkan salinan akta pendirian yang telah hilang kepada notaris pemegang protokol tersebut. Pengajuan permohonan bisa dilakukan secara tertulis yang berisi tentang permohonan untuk menerbitkan salinan kedua akta pendirian yang telah hilang tersebut.
Ketika masa jabatan notaris sudah berakhir, maka perlu dilakukan penyerahan protokol kepada notaris lain. Melakukan penyerahan protokol kepada notaris harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, yaitu harus dilakukan oleh notaris itu sendiri kepda notaris lain. Dalam penyerahannya, Menteri akan menunjuk seorang notaris sebagai penerima protokol dan nama tersebut merupakan usul dari MPD (Majelis Pengawas Daerah).
Itulah langkah-langkah atau prosedur yang harus ditempuh ketika meminta salinan akta pendirian perusahaan yang hilang.