akta pendirian perusahaan merupakan sebuah dokumen penting

akta pendirian perusahaan merupakan sebuah dokumen penting yang diperlukan dalam mendirikan sebuah perusahaan. Akta pendirian perusahaan adalah sebuah dokumen hukum yang telah dilegalisasi oleh notaris sesuai dengan domisili perusahaan. Akta pendirian perusahaan secara umum memaparkan mengenai tujuan pendirian perusahaan dan peraturan dasar sebuah perusahaan.
Cara Membuat Akta Pendirian Perusahaan (PT/CV)
Salah satu langkah dalam mendirikan perusahaan berbadan hukum seperti CV/PT adalah membuat akta pendirian perusahaan. Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pengurusan akta pendirian perusahaan.
1. Dalam membuat akta pendirian perusahaan CV/PT, harus ada nama pemegang saham atau pengurus perusahaan, seperti direktur dan komisaris. Minimal nama yang disetorkan adalah 2 orang. Cara membuat akta pendirian cukup mudah, Anda bisa datang langsung ke notaris setempat. Dalam pengurusannya, dokumen yang perlu disiapkan adalah:
• Fotokopi KTP orang yang akan mendirikan perusahaan CV/PT
• NPWP perorangan atau pribadi. Jika belum mempunyai NPWP, diharuskan untuk membuatnya terlebih dahulu. Dalam membuat NPWP tidaklah sulit. Anda bisa langsung mengurusnya dengan mendatangi kantor pajak (KPP) setempat, sesuai dengan domisili KTP.
2. Ketika menghadap notaris, hal-hal yang perlu disampaikan adalah:
• Nama-nama pemegang saham pada perusahaan yang akan didirikan
• Nama-nama pengurus perusahaan, yang meliputi nama direktur dan komisaris. Jika dalam perusahaan terdapat lebih dari satu direktur, maka seseorang yang menjabat sebagai direktur utama saja yang dicantumkan. Begitupun juga dengan komisaris. Jika dalam perusahaan terdapat lebih dari satu komisaris, maka seseorang yang telah ditunjuk sebagai komisaris utama saja yang dicantumkan.
• Menyampaikan maksud dan tujuan perusahaan didirikan. Dalam hal ini harus dijelaskan secara rinci dan detail mengenai dalam bidang apa perusahaan dijalankan.
• Komposisi kepemilikan saham. Menyampaikan komposisi kepemilikan saham hanya dibutuhkan untuk membuat akta pendirian PT saja. Sedangkan untuk mendirikan perusahaan (CV) tidak perlu menyampaikan komposisi kepemilikan saham.
• Setelah draft akta pendirian perusahaan jadi, maka para pemegang saham harus tanda tangan secara langsung pada akta tersebut agar akta bisa sah menjadi sebuah akta perusahaan. Proses penandatanganan harus secara langsung di hadapan notaris.
3. Proses selanjutnya adalah notaris akan mengurus pengesahan akta pendirian perusahaan (PT) ke Menkumham (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia). Proses pengurusan akta pendirian tersebut pada Kumham membutuhkan waktu selama beberapa hari. Pengesahan akta pendirian dari Kumham ini nantinya dapat digunakan untuk mengurus dokumen perusahaan lainnya, seperti SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan, TDP (Tanda Daftar Perusahaan), PKP (Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak), Rekening Bank atas nama PT/CV, dan lain sebagainya.
4. Langkah selanjutnya adalah tinggal menunggu surat pengesahan akta pendirian perusahaan dikeluarkan oleh Kumham. Setelah jadi dan disahkan, maka Anda bisa melanjutkan untuk mengurus dokumen perusahaan yang lainnya.