dokumen resmi

Akta pendirian perusahaan merupakan sebuah dokumen resmi yang menjadi landasan hukum dari pendirian sebuah perusahaan. Suatu perusahaan tidak dapat dikatakan sebagai perusahaan yang resmi dan legal di mata hukum jika tidak memiliki akta tersebut. Banyak orang mengira bahwa proses mendirikan perusahaan berupa CV atau PT merupakan proses yang sulit. Ternyata anggapan tersebut adalah keliru karena proses pendirian perusahaan dan mendapatkan akta mengenai berdirinya perusahaan tersebut tidaklah sulit. Selama mengetahui persyaratan dan proses mengurusnya; maka mendapatkan akta perusahaan akan membutuhkan waktu yang relatif singkat dan proses yang cukup sederhana. Informasi mengenai tata cara mendapatkan akta perusahaan memang masih minim; mencari informasi hingga tips mengurus akta perusahaan menjadi sangat penting bagi siapapun yang ingin mendirikan perusahaan dan mendapatkan landasan hukum dari perusahaan yang didirikan dengan mendapatkan akta perusahaan.
Tata Cara Mendapatkan Akta Perusahaan
Mendapatkan akta pendirian perusahaan merupakan salah satu proses penting dalam mendirikan perusahaan karena dengan mendapatkan akta perusahaan maka negara dan hukum mengakui secara resmi keberadaan perusahaan tersebut sebagai sebuah lembaga bisnis. Siapapun yang ingin mengembangkan usaha dengan serius dan mendirikan lembaga usaha berbadan hukum maka wajib untuk mengurus akta ini; mengurus sendiri akta perusahaan tidaklah sulit selama telah menyiapkan syarat – syarat dan juga dokumen – dokumen yang dibutuhkan untuk mendapatkan akta tersebut.
Untuk mengurus akta sebagai dasar hukum pendirian sebuah lembaga usaha maka dibutuhkan setidaknya 2 orang yang akan menjadi pengurus perusahaan dan pemegang saham. Pengurus perusahaan dapat berupa direktur atau komisaris; sedangkan pemegang saham juga dapat terdiri lebih dari 1 orang. Untuk mendapatkan akta atau dokumen resmi pendirian perusahaan maka seseorang yang ingin mendirikan perusahaan akan membutuhkan bantuan seorang notaris. Notaris merupakan seseorang yang diberi kewenangan untuk menerbitkan akta atau dokumen resmi yang diakui oleh hukum dan merupakan dokumen dengan kekuatan pembuktian yang mutlak dan mengikat. Akta yang dikeluarkan oleh notaris terkait dengan pendirian perusahaan akan menjadi bukti dan dasar hukum bahwa perusahaan tersebut merupakan sebuah perusahaan yang sah dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Sebelum menghadap ke seorang notaris untuk mengurus akta atau dokumen resmi pendirian perusahaan; maka dibutuhkan fotokopi dari KTP dari pengurus perusahaan dan pemegang saham serta NPWP dari setiap orang yang terlibat dalam pendirian perusahaan tersebut. Masing – masing peran atau jabatan dari orang – orang yang terlibat harus dijelaskan; mulai dari siapa yang menjabat sebagau direktur hingga siapa saja yang menjadi komisaris. Informasi mengenai tujuan dan maksud pendirian perusahaan serta bidang usaha yang dijalani merupakan informasi wajib yang harus disertakan dalam proses mengurus akta perusahaan. Jika perusahaan yang akan didirikan berbentu PT; maka perlu dijelaskan mengenai komposisi kepemilikan saham. Informasi kepemilikan saham ini tidak perlu disebutkan untuk perusahaan dengan bentu CV.
Pengesahan Ke Kementrian Hukum Dan Hak Asasi Manusia
Ada baiknya untuk menyiapkan beberapa nama perusahaan karena ketika notaris melakukan pengesahan akte pendirian badan usaha ke Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia ada kemungkinan nama yang dipilih telah digunakan oleh perusahaan lain sehingga wajib untuk mengganti nama perusahaan. Pada proses pengesahan juga dibutuhkan beberapa dokumen lain berupa Surat Keterangan Domisili yang menerangkan letak atau lokasi perusahaan. Akta yang sudah mendapat pengesahan dari Kementiran Hukum dan HAM tersebut akan dibutuhkan untuk mengurus dokumen – dokumen perusahaan lain seperti Surat ijin Usaha hingga pembuatan rekening bank atas nama perusahaan yang didirikan. Tidak ada perusahaan resmi yang dapat beroperasi tanpa memiliki sebuah akta pendirian perusahaan.