Segala Informasi Mengenai Akta Pendirian Perusahaan

Segala Informasi Mengenai Akta Pendirian Perusahaan. Berikut ini kami akan sajikan beberapa informasi mengenai akta pendirian perusahaan. Akta pendirian perusahaan diperlukan dalam mendirikan sebuah usaha yang berbadan hukum seperti PT, CV, perseorangan, firma, dan lain sebagainya. Akta pendirian perusahaan tersebut harus dibuat di hadapan notaris. Dalam membuat akta pendirian, semua orang yang berkepentingan seperti pemegang saham dan pengurus perusahaan harus hadir dan memberikan tanda tangan secara langsung di hadapan notaris.
Secara umum akta pendirian usaha memuat tentang profil perusahaan yang didirikan. Selain itu dalam membuat akta pendirian usaha harus disertai saksi-saksi yang telah didaftarkan ke pengadilan negeri (PN) setempat.
Dalam akta pendirian perusahaan , berisi tentang:
• Nama perusahaan
• Dalam bidang apa perusahaan dijalankan
• Tanggal perusahaan didirikan
• Nama para pendiri atau pengurus perusahaan
• Tujuan perusahaan didirikan
• Alamat atau domisili perusahaan
• Besar modal usaha
• Kepengurusan serta tanggungjawab para pendiri atau pengurus perusahaan
• Tahun buku, dan lain sebagainya.
Akta pendirian perusahaan tersebut harus disertai dengan materai yang kemudian akan ditandatangani oleh pendiri atau pengurus perusahaan, dan juga harus ditandatangani oleh saksi dan notaris. Ketika draft akta pendirian sudah jadi, notaris akan mendaftarkannya kepada Menkumham (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia) atau pengadilan negeri setempat.
Dalam pasal 39 UU No.30 Tahun 2004 meyebutkan bahwa:
1. ketika menghadap notaris harus memnuhi persyaratan sebagai berikut:
• Minimal berumur 18 tahun, atau sudah menikah
• Cakap dalam melakukan perbuatan hukum
2. Penghadap harus dikenal oleh notaris, atau bisa juga diperkenalkan oleh 2 orang saksi yang paling sedikit berumur 18 tahun atau telah menikah dan cakap dalam melakukan perbuatan hukum.
3. Pengenalan yang telah dimaksud pada ayat (2) dinyatakan dengan tegas dalam akta.
Tujuan Pembuatan Akta Pendirian Perusahaan
• Menghindari terjadinya perselisihan yang mungkin terjadi di kemudian hari. Perselisihan bisa saja terjadi karena masalah pembagian keuntungan yang diperoleh perusahaan.
• Memberikan kejelasan mengenai status kepemilikan perusahaan. Kejelasan mengenai status kepemilikan perusahaan tersebut sangat penting untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya adalah perselisihan ketika saham akan dijual kembali kepada orang lain atau kepada partner bisnis.
Ada beberapa akta pendirian usaha untuk berbagai macam bentuk usaha, diantaranya adalah PT, CV, firma, dan perseorangan. Akta pendirian perusahaan nantinya akan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara. Pengumuman pada Tambahan Berita Negara tersebut sebagaimana yang telah ditentukan dalam Pasal 30 Ayat (1) UU No.40 Tahun 2007. Dalam pasal tersebut memuat tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. M.HH.-02.AH.01.01 Tahun 2010 mengenai Tata Cara Pengumuman Perseroan Terbatas dalam Berita Negara dan Tambahan Berita Berita Negara Republik Indonesia. Itulah segala informasi mengenai akta pendirian perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.